50 tahun yang lalu ….
Pagi
hari ini cerah sekali, matahari begitu terang sehingga menerobos sela –
sela jendela kamarku. Aku bangun dengan keadaan terpaksa karena masih
jam setengah 7 , dan kebetulan hari ini hari minggu. Hadduh .. kegiatan
apa yang aku lakukan hari ini ?
Aku bangun dengan mata masih sedikit sipit, maklum masih ngantuk. Ujian sudah selesai. Disaat – saat seperti ini yang aku perlukan hanyalah kamu, ronny. Aku berjalan menuju kamar dan membasuh wajah. Aku berkata “Wajahku melebihi kegantengan pangeran, tapi kenapa aku sampai hari ini tak punya pacar ? nasibku seburuk inikah ?” .
“Kamu tidak setampang chara Anime dan Kartun cerita fiksi don, aku yang gantengan darimu saja sampai sekarang gak punya pacar. Memang ganteng itu tak selamanya menarik.” Sahut suara itu dari balik pintu kamar mandiku.
Aku melirik kebelakang, seorang laki – laki tinggi dengan pakaian santai dan celana pendek berdiri tertawa di depan kamar mandiku. Aku berbalik dan pura – pura tak terkejut.
“Kapan kamu kesini ron ? “ kataku sambil terus menggosok gigi.
“sekitar 5 menit 16 detik yang lalu, saat kamu memuji kejelekanmu didepan cermin” katanya sambil tertawa.
“Hahaha.. aku mengakui diriku memang jelek, ya setidaknya masih lebih bagus aku daripada pangeran di cerita – cerita tokoh kartun. Ngapain kamu kesini ?” kataku sambil mengelap wajah dengan handuk.
“Mau minta makan, ya ngajak kau ke tempat biasalah, di taman tepi danau. Aku sudah kasik nama sebagai TTD alias Taman Tepi Danau. Dan aku juga sudah memasang tenda disana untuk kita bisa main. Kau mau ikutkan don ? ayolah sekarang libur, ujian sudah selesai juga ? Ok brother ??” katanya memelas.
Aku pun berpikir, benar juga. Mumpung disana ada sinyal WIFI dan stopkontak bebas jadinya. Akupun menjawabnya “Oke baiklah. Aku bakal kesana, mumpung disana ada WIFI dan Stopkontak di sebelah lampu taman. Kita bisa main game disana. Tunggu aja diluar, aku mau siap – siap. Awas Lu ngintip gue! Hahaha” kataku sambil tertawa.
“kita udah sama – sama cowok juga gak usah gengsi – gengsian. Pangeran Laknat” katanya tertawa dan keluar.
***
TTD, ya Nama tempat kami biasa nongkrong dan bercanda berdua. Kami tak pernah sedikitpun pergi ketempat lain kecuali ketempat itu , kampus , minimarket, dan toko tempat orang jual Voucher WIFI. ya beginilah nasib orang yang tk punya tambatan hati seperti kami. namun semua itu tak jadi masalah , selama kami selalu bersama.
*
aku dan ronny bersepeda menyusuri jalan - jalan di kota. tak pernah sekalipun kami membawa motor ataupun mobil, kecuali perjalanan jauh dan ke kampus. bersepeda itu menyenangkan, dan hemat biaya, begitu kata ronny, dan itulah yang membuatku sangat senang bersahabat dengannya.
"Don .. Donn. istirahat dulu nii capek.. aku mau minum dulu" katanya sambil memberhentikan sepedanya.
"Loh, kok tumben loyo. Biasanya kamu sudah semakin di depan aja ?" kataku ikut menghentikan sepeda.
Dia diam duduk termenung dan mengambil Botol air minum di tasnya.
"Hahhaa.. Aku lagi capek x don. Abis ini lanjut lagi. ayo cepat" katanya bangkit.
aku binggung, kenapa tumben dia seperti itu. ah mungkin dia gak enak badan mungkin. pikirku dalam hati.
***
taman di tepi danau seperti biasa ramai dikunjungi orang, ada yang pacaran. ada yang lagi buat tugas. ya namanya juga di taman ini ada WIFI. ada juga yang lagi olahraga dan foto - foto. aku dan ronny pergi ketempat biasa kami nongkrong.
tempat itu agak sepi , ya kami memang mencarinya yang agak sepi supaya bebas. aku cepat - cepat duduk di bangku taman tersebut dan membuka laptopku. tanpa sadar dan asyiknya, ronny duduk di sebelahku ,dan berkata "Don aku mau tanya ?" katanya sambil menatap danau.
"tanya apa ron ? tanya - tanya aja" kataku sambil terus mengutak - atik laptop
"aku mau tanya, jika kamu di berikan pilihan yang sulit, kamu mau pilih yang mana . punya pacar tapi sahabat gak ada , atau jomblo seumur hidup tapi sahabat ada ?" katanya serius
aku terkejut dan menatapnya . "kenapa kamu bertanya seperti itu ron ?" tanyaku binggung.
"ya aku hanya ingin tau aja , kita kan teman, jika suatu saat salah satu dari kita gak ada. ku harap kita bisa tetap menjadi akar dan batang , tanah dan air, awan dan hujan. karena aku hanya ingin tetap menjadi sahabatmu. aku hanya tidak ingin menjadi benalumu, karena aku hanya ingin menjadi akarmu kawan" .
"aku tidak bisa terus menjadi akarmu, karena saat akar itu mati, batangpun akan ikut mati. dan aku hanya ingin menjadi daunmu kawan. karena aku adalah daun yang tak akan bisa hidup lebih lama lagi" kata Ronny dalam hati.
bersambung O:)
Aku bangun dengan mata masih sedikit sipit, maklum masih ngantuk. Ujian sudah selesai. Disaat – saat seperti ini yang aku perlukan hanyalah kamu, ronny. Aku berjalan menuju kamar dan membasuh wajah. Aku berkata “Wajahku melebihi kegantengan pangeran, tapi kenapa aku sampai hari ini tak punya pacar ? nasibku seburuk inikah ?” .
“Kamu tidak setampang chara Anime dan Kartun cerita fiksi don, aku yang gantengan darimu saja sampai sekarang gak punya pacar. Memang ganteng itu tak selamanya menarik.” Sahut suara itu dari balik pintu kamar mandiku.
Aku melirik kebelakang, seorang laki – laki tinggi dengan pakaian santai dan celana pendek berdiri tertawa di depan kamar mandiku. Aku berbalik dan pura – pura tak terkejut.
“Kapan kamu kesini ron ? “ kataku sambil terus menggosok gigi.
“sekitar 5 menit 16 detik yang lalu, saat kamu memuji kejelekanmu didepan cermin” katanya sambil tertawa.
“Hahaha.. aku mengakui diriku memang jelek, ya setidaknya masih lebih bagus aku daripada pangeran di cerita – cerita tokoh kartun. Ngapain kamu kesini ?” kataku sambil mengelap wajah dengan handuk.
“Mau minta makan, ya ngajak kau ke tempat biasalah, di taman tepi danau. Aku sudah kasik nama sebagai TTD alias Taman Tepi Danau. Dan aku juga sudah memasang tenda disana untuk kita bisa main. Kau mau ikutkan don ? ayolah sekarang libur, ujian sudah selesai juga ? Ok brother ??” katanya memelas.
Aku pun berpikir, benar juga. Mumpung disana ada sinyal WIFI dan stopkontak bebas jadinya. Akupun menjawabnya “Oke baiklah. Aku bakal kesana, mumpung disana ada WIFI dan Stopkontak di sebelah lampu taman. Kita bisa main game disana. Tunggu aja diluar, aku mau siap – siap. Awas Lu ngintip gue! Hahaha” kataku sambil tertawa.
“kita udah sama – sama cowok juga gak usah gengsi – gengsian. Pangeran Laknat” katanya tertawa dan keluar.
***
TTD, ya Nama tempat kami biasa nongkrong dan bercanda berdua. Kami tak pernah sedikitpun pergi ketempat lain kecuali ketempat itu , kampus , minimarket, dan toko tempat orang jual Voucher WIFI. ya beginilah nasib orang yang tk punya tambatan hati seperti kami. namun semua itu tak jadi masalah , selama kami selalu bersama.
*
aku dan ronny bersepeda menyusuri jalan - jalan di kota. tak pernah sekalipun kami membawa motor ataupun mobil, kecuali perjalanan jauh dan ke kampus. bersepeda itu menyenangkan, dan hemat biaya, begitu kata ronny, dan itulah yang membuatku sangat senang bersahabat dengannya.
"Don .. Donn. istirahat dulu nii capek.. aku mau minum dulu" katanya sambil memberhentikan sepedanya.
"Loh, kok tumben loyo. Biasanya kamu sudah semakin di depan aja ?" kataku ikut menghentikan sepeda.
Dia diam duduk termenung dan mengambil Botol air minum di tasnya.
"Hahhaa.. Aku lagi capek x don. Abis ini lanjut lagi. ayo cepat" katanya bangkit.
aku binggung, kenapa tumben dia seperti itu. ah mungkin dia gak enak badan mungkin. pikirku dalam hati.
***
taman di tepi danau seperti biasa ramai dikunjungi orang, ada yang pacaran. ada yang lagi buat tugas. ya namanya juga di taman ini ada WIFI. ada juga yang lagi olahraga dan foto - foto. aku dan ronny pergi ketempat biasa kami nongkrong.
tempat itu agak sepi , ya kami memang mencarinya yang agak sepi supaya bebas. aku cepat - cepat duduk di bangku taman tersebut dan membuka laptopku. tanpa sadar dan asyiknya, ronny duduk di sebelahku ,dan berkata "Don aku mau tanya ?" katanya sambil menatap danau.
"tanya apa ron ? tanya - tanya aja" kataku sambil terus mengutak - atik laptop
"aku mau tanya, jika kamu di berikan pilihan yang sulit, kamu mau pilih yang mana . punya pacar tapi sahabat gak ada , atau jomblo seumur hidup tapi sahabat ada ?" katanya serius
aku terkejut dan menatapnya . "kenapa kamu bertanya seperti itu ron ?" tanyaku binggung.
"ya aku hanya ingin tau aja , kita kan teman, jika suatu saat salah satu dari kita gak ada. ku harap kita bisa tetap menjadi akar dan batang , tanah dan air, awan dan hujan. karena aku hanya ingin tetap menjadi sahabatmu. aku hanya tidak ingin menjadi benalumu, karena aku hanya ingin menjadi akarmu kawan" .
"aku tidak bisa terus menjadi akarmu, karena saat akar itu mati, batangpun akan ikut mati. dan aku hanya ingin menjadi daunmu kawan. karena aku adalah daun yang tak akan bisa hidup lebih lama lagi" kata Ronny dalam hati.
bersambung O:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar